Karakter adalah bagian penting yang akan membuat setiap bangsa menjadi lebih maju dan terkenal di dunia. Kalau dalam pandangan saya, bangsa yang berkarakter selalu mampu keluar dari berbagai masalah yang melingkupi dirinya. Dalam tataran teori, karakter telah diajarkan di institusi pendidkan, mulai dari tingkat rendah hingga perguruan tinggi. Tapi sebagaimana kita ketahui pola teori dalam menanamkan karakter telah gagal dan tidak memberi pengaruh yang makimal. Ada beberapa alasan mengapa mendidik karakter dengan teori telah mengalami kegagalan di negeri ini.

Pertama, pola teori hanya menmbulkan lulusan yang bisa begitu hebat menjelaskan tapi tidak mampu mewujudkannya alam karya nyata. Kita begitu hebat kalau berbicara efektifitas an pantang menyerah, tapi pada saat yang lain kita cenderung menjadi manusia pengecut yang takut dalam menghadapi tantangan. Kedua, kita kurang teladan dan terlalu dimanjakan dalam hidup. Entah itu di rumah atau sekolah, kadang kita dipermudah tanpa diberi tantangan, sehingga ketika dewasa jadi muah bergantung pada orang lain. Kita bangsa Indonesia harusnya mampu menjadi teladan dengan segala kelebihan yang kita miliki. Tapi kini faktanya kita menjadi bangsa yang penuh hutang, terhina dan menjadi sasaran kesalahan dari negara lain. Semoga kita memahami bahwa untuk menanamkan karakter membutuhkan dukungan kesungguhan dan teladan nyata dari siapapun yang kita anggap punya pengaruh di negeri ini. Jangan lupa untuk mendukung saya dalam kontes TOP 1 Oli Sintetik Mobil-Motor Indonesia
 
 
Cara menumbuhkan minat baca pada anak sering menjadi bahan seminar, workshop dan pelatihan. Beberapa ahli mengatakan bahwa minat baca pada anak harus ditanamkan sedini mungkin dan harus dilatih dengan perencanaan yang terukur. Ketika kita menemukan anak enggan belajar dan tak pernah mau membaca buku itu belum tentu karena ia tak mau membaca. Di era sekarang anak kecil lebih suka menonton tivi, bermain game, dan kegiatan lain yang dianggap orang tua tidak penting. Banyak orang tua marah marah dan menghukum anaknya yang tak mau belajar, ia ditekan keras untuk segera belajar. Apakah anak memang harus diperlakukan begitu agar mereka mudah belajar dan seberapa efektif tindakan tersebut? Orang tua yang bijak tak akan bertindak demikian, mereka tak akan marah marah ketika si anak tak mau belajar. Orang tua bijak akan mempelajari penyebab mengapa anak tak mau belajar dan lebih memilih untuk menonton televisi.

Mereka juga akan menyelediki kenapa buah hatinya begitu suka dengan game game kesayangan hingga main berjam jam. Sebagian orang tua terkadang langsung bertindak keras ketika si anak menolak saat dìminta untuk belajar. Sementara ia tak sadar penyebab mengapa anak jadi susah diatur. Anak yang menentang ketika diajak untuk belajar rata rata karena kurang mendapat kasih sayang dari orang tua. Bukan karena si anak terpisah dengan orang tua, tetapi karena orang tua lebih sering memaksakan kehendaknya dan menekan perasaan si anak. Saat orang tua meminta si anak untuk membaca buku sudahkan si orang tua memberi teladan atau hanya menyuruh tanpa memberi contoh? Ribuan perintah tak pernah efektif untuk menggerakkan si anak membaca buku.

Anak hanya bisa meniru apa yang dilakukan orang tua dan mereka hampir tak pernah salah dalam mengcopy paste perilaku orang tua. Bagaimana anak akan gemar membaca kalau si anak tak pernah melihat orang tuanya membaca buku ataupun bacaan lain. Maka jangan heran kalau anak kecil di zaman sekarang lebih memilih untuk bermain game online, ps-an, dan nonton tv berjam jam. Idola dan panutan mereka adalah tokoh yang ada di televisi, mereka akan meniru perilaku orang orang yang dilihatnya. Membaca buku dianggap tidak penting, anak anak beranggapan kalau membaca buku itu penting pasti mama akan sering bawa buku ya. Itulah realita yang tak bisa dibantah dan menjadi refleksi bagi orang tua. Selamatkan anak anda dengan teladan, jangan biarkan mereka tertekan atau jadi pelampiasan kemarahan. Anak anda butuh teladan terbaik
 
 
Cara belajar bahasa Indonesia yang super unik menentukan prestasi peserta didik di bidang penguasaan bahasa Indonesia. Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia telah diajarkan mulai dari tingkatan dasar hingga perguruan tinggi. Porsi jam untuk mapel Bahasa Indonesia juga tergolong lebih banyak dari mata pelajaran lain. Alokasi waktu mata pelajaran ini juga hampir selalu sama dengan Matematika di setiap jenjang pendidikan. Tentu hal ini bukan tanpa alasan, karena antara matematika dan bahasa memiliki ikatan yang sangat kuat. Anak anak yang pintar matematika biasanya menonjol dalam berbahasa, tetapi orang yang pandai berbahasa belum tentu hebat dengan masalah matematika. Kalau kita mau belajar sejarah perjuangan bangsa, kita pun akan menemukan betapa penting peran bahasa ini. Bagaimana kiprah Drs.Mohammad hatta dalam konferensi meja bundar di den haag, Belanda.

Beliau begitu hebat dalam menyampaikan argumen hingga masyarakat dunia lebih memihak Indonesia daripada Belanda. Mungkin saja kita akan kalah lewat jalur diplomasi kalau para tokoh yang mewakili di konferensi itu tidak pandai berargumen secara mengagumkan. Lalu apa hubungan masalah ini dengan cara belajar Bahasa Indonesia? Tahukah kita bahwa manusia akan lebih mudah termotivasi bertindak ketika sisi emosinya telah tersentuh. Rakyat indonesia, termasuk yang kini masih duduk di bangku sekolah pasti punya rasa bangga kepada Pak hatta, mereka akan kagum dengan semangat beliau ketika berjuang lewat jalur diplomasi. Bukankah bila hal ini telah terjadi, seorang guru bisa dengan kreatif mengubahnya menjadi strategi belajar yang tepat?

Misal guru bahasa indonesia sedang mengajarkan materi mengenai masalah argumentasi, tentu dengan menceritakan perjuangan pak hatta, anak anak akan lebih fokus belajar daripada langsung memberikan pengertian argumentasi, contoh karangan argumentasi, dan sebagainya. Sebab saat seorang guru bercerita tentang pak hatta dalam konferensi meja bundar, semangat anak terbangkitkan, energi positif mengalir, dan otak akan dengan mudah mengaitkan satu masalah berbeda untuk disatukan ke dalam dirinya. Ia jadi tergerak untuk menguasai masalah argumentasi agar bisa hebat seperti pak hatta. Ia takut kalau lemah dalam berargumen maka akan mudah dikalahkan dan ditipu oleh orang lain. Semangat dan energi seperti ini jauh lebih menguntungkan, karena ia timbul bukan atas perintah orang lain tetapi murni lahir atas inisiatifnya sendiri. Sudahkah hal ini kita lakukan? Salam
 
 
Peranan guru di dalam dunia pendidikan dan pengajaran tidak bisa disangsikan lagi dan sangat besar nilai jasanya. Guru yang tiap hari mendidik tentu saja sangat banyak bergaul dengan peserta didik yang diasuhnya. Ia sekaligus mengemban tugas sebagai pendidik untuk membimbing anak menjadi dewasa dan berguna bagi sesama. Guru bertanggung jawc sebagai pendidik karena jabatannya yang tak bisa digantikan oleh orang lain. Tugas guru sebagai pendidik tentu berkewajiban membantu pertumbuhan dan perkembangan murid secara menyeluruh meliputi masalah sikap, minat, emosi perkembangan sosial dan lain sebagainya. Dengan kata lain tugas guru sebagai pendidik adalah membimbing dan membantu berkembangnya kepribadian murid secara totalitas. Kedua tugas guru tersebut yaitu sebagai pendidik dan pengajar tidaklah dapat dipisah pisahkan antara yang satu dengan lainnya, tetapi saling isi mengisi dan tunjang menunjang.

Oleh sebab itu setiap guru harus menguasai berbagai ilmu pengetahuan untuk melaksanakan tugasnya dengan baik. Diantara ilmu yang perlu dikuasai oleh guru agar dapat berhasil dengan baik dalam mengemban tugasnya adalah ilmu psikologi umum, ilmu jiwa anak, ilmu jiwa remaja, ilmu jiwa pendidikan, kurikulum yang dìgunakan, metodologi pengajaran dan lain sebagainya. Guru itu sendiri harus berwibawa terhadap peserta didiknya, dijadikan panutan oleh masyarakat dimana ia berada, dan bisa dijadikan contoh yang baik oleh anak anak yang dididik. Dengan peran pentingnya itu, guru haruslah manusia yang takwa kepada Alloh swt, sehat jasmani dan rohaninya, serta mampu menjalankan tugas dengan kebersihan jiwa.

Selain itu guru harus sanggup menyampaikan ilmu pengetahuan yang benar benar berguna bagi kehidupan peserta didik. Tidak sekedar pengetahuan yang mudah dilupakan dan tak memberi bekas apapun setelah anak selesai menjalani proses pendidikan. Tentu seorang guru agar bisa berhasil tak cukup hanya mengandalkan cara pandangnya sendiri, mereka setidaknya harus mampu menyampaikan suatu materi sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Guru sebagai medium aktif, hendaknya punya orientasi pada tujuan dan melaksankan tugas sebagaimana yang telah ditetapkan pada bagian sasaran tertulis. Guru yang bijak selalu mampu memilih dan memakai metode yang paling tepat untuk dipakai dalam proses pendidikan. Ia paham bahwa peserta didik memiliki keunikan dalam cara berpikir dan merespon apa yang disampaikan olehnya. Maka variasi metode penting disajikan guru
 

    Posting Hebat

    Blog Khusus Cinta sejati dan permasalahan yang dihadapi manusia di dalam hidup

    Archives

    June 2012
    May 2012
    December 2011

    Categories

    All
    Agama
    Bahasa Inggris
    Cinta Sejati
    Humor
    Internetku
    Kekasih Romantis
    Motivasi
    Pendidikan
    Ramalan
    Sosial
    Syair Puisi
    Tokoh Teladan


Blog Indonesia My Zimbio Bloggers - Meet Millions of Bloggers